Meningkatkan Penjualan Toko Online

Meningkatkan Penjualan Toko Online

Berikut ini merupakan Tips-Tips untuk Meningkatkan Penjualan Toko Online :

– Jangan takut bereksperimen.
Gunakan popups, banner dan widget untuk mempromosikan halaman penting di web anda (seperti diskon produk, penawaran untuk bulk order, produk bestseller dan sebagainya).

– Gunakan variasi diskon dan sale untuk mencari harga terbaik bagi customer anda
Jangan terpaku dan mengekor harga diskon dipasaran. Gunakan trial error anda sendiri untuk mencari konversi yang paling bagus. Karena beda olshop, beda barang yang dijual, beda pula prilaku konsumennya.

Pengalaman saya, dengan menambah diskon produk untuk bulk order dan memblow-up nya di bawah postingan produk (melalui single.php) saya bisa menambah konversi penjualan sekitar 30-50%. Jumlah rata-rata customer per hari tetap namun barang yang dibeli lebih banyak. Jika dilihat dari laba mungkin berkurang karena dipotong diskon yang lebih besar, namun dari sisi keuangan perusahaan tentunya lebih bagus karena cashflownya lebih cepat.

– Buat halaman TOS / Ketentuan Layanan yang jelas dan tegas
Hal ini untuk mempermudah anda dan CS anda dikemudian hari ketika terjadi hal-hal yang tidak diingankan seperti barang tidak sampai ke tujuan, barang cacat, transfer customer tidak masuk ke rekening dan sebagainya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa customer untuk toko onlen lokal di Indonesia masih banyak yang kolot, gaptek dan kadang sedikit arogan. Jangan sampai anda jadi bulan-bulanan customer hanya karena TOS anda tidak lengkap dan jelas.

– Permudah Pembeli dalam melakukan Order
Hampir serupa dengan poin TOS diatas, pasar yang masih agak gaptek membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam menggarapnya. Walaupun di halaman cara pemesanan sudah ada panduan yang jelas, saya tetap memasukkan cara pemesanan ini ke dalam postingan produk, dengan harapan untuk mengurangi pertanyaan-pertanyaan ke CS dengan isi “cara pesannya gimana?”, “bisa pesan via telp ga?” dsb.

Model-model pembelian otomatis melalui chart sepertinya masih belum populer, saya sendiri belum pernah memakainya. Pembelian di onlen shop saya masih manual via sms dan bb (saya juga tidak menerima via telp karena cukup ribet dan menyita waktu).

– Cek tampilan web di browser mobile
Sangat penting untuk mengecek tampilan web anda di versi mobile, mulai dari homepage, single post, hingga cara pemesanan. Theme yang tidak responsive bisa sangat mengurangi konversi penjualan.

Data di olshop saya, pengunjung yang datang dari PC dan Mobile cukup seimbang bahkan kadang pengunjung mobile bisa 2x lipat lebih banyak daripada pengunjung via PC. Mayoritas pengakses mobile menggunakan OS Android yang sekarang lagi ngetrend.

Meningkatkan Penjualan Toko Onlinevisitor os type

– Edit berkala Produk-produk yang sudah habis
Biasakan untuk mengedit produk yang sudah habis dan menempatkannya di halaman belakang web (dengan cara mengedit tanggal postingan ke beberapa bulan yang lalu).

Jika pengunjung datang ke web dan di homepage (halaman yang paling banyak dikunjungi visitor) banyak terpajang produk-produk habis, itu akan mengurangi konversi untuk produk-produk yang masih ready karena space di halaman depan tentunya terbatas. Pun jika visitor memilih kategori produk dan dibagian teratas juga terpajang produk-produk yang sudah habis, akan mengurangi konversi produk ready yang ada di page selanjutnya (page 2, 3, dst..).

Anda tentunya tidak ingin ada sms masuk dengan tulisan “kok barangnya habis semua sis..?”. Sangat mengesalkan ketika stok ready kita lebih dari 5 halaman tapi ditanyai seperti itu >.<

– Pajang produk yang kurang laku di kategori Sale
Jika ada produk lama yang kurang laku dan stok masih banyak, pajang di kategori Sale untuk mempercepat cashflow dan menjaga arus keuangan Anda tetap sehat.

– Cek Related Post, Pastikan yang terpampang mayoritas produk-produk ready
Di beberapa theme olshop yang saya pakai, ada yang menampilkan related post produk-produk yang sudah habis. Dan dibutuhkan sedikit coding untuk memperbaikinya (saya sewa jasa coding dan dalam 10 menit masalah clear). Jika theme anda juga seperti itu, jangan ragu untuk memperbaikinya.

Pengaturan kategori yang salah juga bisa menyebabkan theme anda menampilkan produk-produk yang sudah lawas. Butuh penyelesaian yang berbeda-beda untuk masalah ini karena tiap theme punya pengaturan dan kode yang juga berbeda-beda.

– Gunakan Header, Logo dan Banner profesional
Kalau buat saya ini wajib agar toko online saya terlihat lebih profesional dan serius. Tahu sendiri kan kalau customer di Indonesia masih siaga 1 untuk masalah keamanan dalam bertransaksi onlen. Kalau desain web anda amburadul, visitor bakal sangsi dan cepat berpindah toko.

Namun, harga paling murah juga bukan jaminan barang cepat laku. Faktor ‘trust’ masih menjadi perhatian utama karena penipuan online masih marak. Jadi jangan hanya banting-banting harga tanpa memperhatikan desain situs Anda.

Saya sendiri tidak akan menghabiskan waktu saya seharian di depan photoshop untuk melakukan hal ini. Cukup sewa jasa desain yang bertebaran di forum ini, selesai urusan. Jika tidak mau keluar modal, jangan berharap hasil besar. Tentu saja dengan catatan, olshop anda sudah menghasilkan. Kalau anda masih baru mulai, anda bisa mendesainnya sendiri untuk menghemat biaya.

– Buat halaman Khusus Testimoni dan Resi
Halaman testimoni dan resi diperlukan untuk membuat toko onlen anda lebih kredibel dan dipercaya. Halaman resi juga bisa memudahkan customer dan CS anda dalam mengecek status barang kiriman.

– Data Olshop Jelas (customer servie, rekening, alamat toko, dsb)
Data ini juga diperlukan untuk membuat toko onlen anda lebih kredibel dan dipercaya. Juga untuk memudahkan customer dalam bertransaksi.

– Hindari Penggunakan iklan (adsense, ppv, dsb)
Mungkin dalam jangka pendek memasang iklan di web olshop bisa menguntungkan, karena memberi tambahan penghasilan. Namun dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi toxic dan membuat olshop anda sulit berkembang.

Alasannya: toko anda terlihat kurang profesional, pengunjung bingung dengan yang anda jual (olshop anda tentang sepatu tapi iklannya baju tidur) dan konversi penjualan anda jatuh karena pengunjung lari ke web lain (iklan yang anda pajang lebih menarik dari produk olshop anda sendiri).

– Hemat waktu dan biaya, customer hit ‘n run itu sudah biasa
Customer hit ‘n run di toko online itu sudah biasa. Tanya panjang x lebar ujung-ujungnya tidak ada kabar.

Kalau sudah melebihi 5 sms dan pertanyaan customer masih muter-muter, jawab dengan mode slow response saja sambil melayani calon pembeli lain yang lebih potensial. Atau kalau pertanyaannya terlalu mendasar, arahkan ke halaman web (cara pemesanan, ketentuan layanan, dan lain-lain). Hemat waktu dan biaya sms karena customer seperti ini biasanya tidak terlalu potensial.

Banyak yang menyepelekan hal-hal yang saya sampaikan diatas, tapi saya percaya bahwa optimasi on-page untuk meningkatkan konversi ini dalam jangka panjang sangatlah worth it.

Kebanyakan orang hanya fokus kepada trafik, padahal trafik tinggi jika konversinya bocor maka penjualan juga akan menurun. Jadi, jangan hanya fokus ke trafik dan optimasi off-page saja, namun perhatikan juga optimasi on-page, desain dan elemen-elemen web agar trafik yang susah payah Anda bangun tidak terbuang sia-sia.

Mencari Trafik/Pengunjung untuk Toko Online

Setelah membahas tentang mindset dalam membangun olshop dan cara-cara menaikkan konversi penjualan, kini saatnya masuk ke bagian terakhir yaitu Mencari Trafik.

Ini adalah bagian yang teramat penting bagi sebuah olshop, karena tanpa trafik olshop anda akan sepi tiada pembeli.

Ada banyak jenis model trafik, jika digaris besarkan ada 3 macam yaitu Organik Trafik (SEO), Iklan (Adwords, Fb Ads, dll) dan Social Media (FB, Twitter, Google Plus, Pinterest, dll).

Dari ketiga jenis trafik driver itu saya paling fokus di SEO. Saya fokus di bidang SEO karena bidang inilah yang paling saya minati, jadi saya bisa mengeksplorasi lebih jauh dan tetap enjoy dalam menjalaninya. Tiap orang bisa berbeda pilihan dan anda tidak harus mengikuti pilihan saya.

Ada teman saya yang bisa mendapatkan trafik dan konversi yang bagus dari FB Group, tapi ketika saya mencoba mengikutinya hasil yang saya dapat tidak sebagus dia. Ada juga teman saya yang fokus di FB ads dan bisa mendatangkan trafik yang cukup signifikan. Lagi-lagi saya tidak bisa mengikuti karena saya tidak tertarik tiap hari harus bergelut dengan campaign-campaign yang membingungkan (bagi saya).

Kalaupaun nanti trafik web olshop saya menurun dan saya membutuhkan tambahan pengunjung dari iklan, saya lebih memilih menghire orang lain untuk melakukan campaign iklan-iklan saya daripada saya melakukannya sendiri.

Jika anda suka men-drive trafik dari iklan atau sosmed, maka maaf saya tidak bisa memberi banyak masukan atau tips-tips karena saya tidak ahli di kedua bidang tersebut.

Namun jika anda adalah seorang penikmat SEO seperti saya, maka berikut ini saya sajikan untuk anda tips-tips SEO baik on-page maupun off-page dalam membangun web olshop yang powerful di search engine.

SEO ON-PAGE

– Luangkan Waktu Untuk Menulis Detail Produk
Ini adalah kelemahan hampir semua web e-commerce. Detail produk yang minim membuat visitor jadi kurang paham dengan spesifikasi produk yang dijual.

Luangkan Waktu Untuk Menulis Detail Produk secara terperinci, agar konten anda selangkah lebih baik dari web-web lain dari sisi SEO (jumlah kata lebih banyak dan lebih unik). Menulis detail produk secara terperinci juga membuat pelayanan CS anda lebih efisien karena tidak membuang-buang pulsa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai produk tersebut.

– Cek dan Optimasi Page speed Website
Umumnya konten toko online di dominasi oleh gambar (image), dan ini bisa dengan mudah membuat loading web anda menjadi lambat. Loading web cukup berpengaruh ke SERP dan user experience. Pastikan anda senantiasa mengecek page speed website anda di http://gtmetrix.com.

Menggunakan layanan content delivery network (CDN) semacam cloudflare juga sangat membantu untuk membuat loading web anda jadi lebih ringan.

– Optimasi Title dan Deskripsi Website
Untuk ini sudah banyak yang bahas, anda tinggal googling tutorial-tutorialnya. Contohnya judul website, yang muncul di search engine adalah 60 karakter. Maksimalkan space ini untuk memasukkan keyword utama anda (jangan lupa mengatur penempatan kata agar tetap enak dibaca dan mengundang klik, jangan berlebihan memasukkan semua keyword yang ada).

– Plugin
Untuk Anda yang memakai CMS wordpress, plugin sangat dibutuhkan untuk mendukung performa website. Beberapa plugin yang biasa saya pakai: AIO Seo Pack, Friendly Images, Social Network Auto Poster (SNAP), Wordfence dan WP Super Cache.

SEO OFF-PAGE

Untuk SEO off-page sangat erat kaitannya dengan backlink. Beberapa poin yang saya lakukan dalam hal backlinking

– Drip Feed
Sekarang, saya membatasi submit perhari dibawah 5 link. Kalaupun lebih, tidak akan melebihi 10 links. Tidak ada ukuran pasti dalam hal ini, yang jelas usahakan untuk selalu save dan stay under radar.

– Diversity Backlink
Saya tidak pernah fanatik pada salah satu jenis backlink. Backlink yang beragam adalah yang paling saya suka. PBN, Blogpost, Blogroll, Blog Comment, Sosial Bookmark, Social Media, Feed, Link profile, dofollow nofollow semua saya gunakan (tentunya dengan memilah-milah kuantitas dan kualitasnya). Jika anda ingin tahu bagaimana cara memilah backlink yang bagus dan tidak, anda bisa membaca panduan saya disini >>> Kriteria Backlink Berkualitas untuk Optimasi Off-Page

– Diversity Keyword
Diversity tidak hanya pada backlink, tapi juga pada anchor text/keyword yang digunakan. Jangan hanya fokus pada keyword utama, tapi gunakan keyword-keyword long tail, LSI, sinonim, Brand domain dan juga naked url.

– Scheduling
Saya melakukan backlink dengan memakai sistem scheduling. Hari ini backlink si A, minggu depan si B. Hari ini backlink Tier 1 A, besok Tier 1 B, dst.

Saya juga menggunakan file excel dan notepad untuk mengorganisir data-data backlinking dan menyimpannya dalam folder-folder khusus. Jika anda tidak benar-benar menyukai SEO, proses ini mungkin akan sangat membosankan. Terlebih jika website anda cukup banyak.

– Mencari backlink source sendiri
Jangan hanya mengandalkan sumber-sumber backlink yang sudah di share umum, baik di forum maupun di website-website pribadi. Backlink seperti itu akan mudah saturated, anda harus berimprovisasi untuk menemukan sumber-sumber backlink lain yang belum terekspose.

Gunakan kreativitas anda dalam menggunakan dork-dork dan footprint di Google Search untuk mencari sumber link baru.

– Tracking dan Analisa
Untuk tracking trafik website saya menggunakan histat. Untuk analisa posisi keyword di SERP saya menggunakan Rank Tracker dari powersuite (berbayar).

rank tracker

FYI, Rank Tracker saya beli ketika website saya sudah cukup menghasilkan. Sebelumnya, saya hanya cek manual melalui Google Chrome incognito window. Jika anda masih baru mulai dan belum cukup modal, sebaiknya cari yang gratisan dulu.

Banyak juga yang menggunakan Google webmaster tools untuk optimasi web. Ini tergantung pilihan masing-masing saja, kalau saya pribadi sudah tidak pernah memakainya.

– Gunakan Software/Aplikasi
Untuk mendukung aktivitas backlinking, anda bisa memakai berbagai software dan aplikasi yang tersebar di internet. Tidak harus selalu yang berbayar seperti ScrapeBox atau GSA, yang gratisan pun tidak kalah powerful asal anda tahu cara menggunakan dan memanfaatkannya. Imacros dan LastPass adalah salah satunya.

Ada juga TypeItIn, Remove It Permanently Add-ons, Autofill Forms dan sebagainya. Silahkan browsing untuk mengetahui fungsi-fungsinya.

Tiap orang-orang mempunyai metode backlinking sendiri jadi kemungkinan beda pula software / aplikasi yang dibutuhkan. Sempatkan waktu untuk browsing mencari software / aplikasi yang bisa mendukung model backlinking anda.

Saya sendiri biasanya menggabungkan antara manual dan auto (semi-auto).

Kesimpulan

Membuat olshop dengan penghasilan yang stabil membutuhkan proses yang cukup panjang dan perbaikan yang berkesinambungan.

Tidak seperti adsense atau amazon yang hanya fokus pada konten (artikel) dan trafik (pengunjung), Olshop mempunyai elemen-elemen lain yang lebih kompleks dan lumayan merepotkan bagi anda yang tidak suka dengan sesuatu yang ribet.

Mulai dari cara promosi, optimasi desain web untuk meningkatkan konversi, kualitas pelayanan (customer service), pengaturan stok barang, pembelian barang ke supplier hingga pengiriman barang ke ekspedisi (biasanya jika kiriman perhari sudah banyak paket akan diambil oleh kurir jne ke rumah). Tidak lupa optimasi on-page dan off-page agar website anda bisa kebanjiran pembeli.

Jadi, jika anda ingin olshop anda berkembang, mau tidak mau anda harus hire karyawan karena tidak mungkin anda bisa menangani semuanya sendiri.

Seiring berjalan waktu, minat konsumen juga berubah-ubah mengikuti trend pasar. Anda juga harus selalu aware dengan perubahan ini agar tidak tertinggal dari pesaing.

Jika anda mencari cara instan untuk mendapat hasil gede dari bisnis jualan barang online ini, maka maaf tulisan saya mengecewakan anda. Selalu Fokus, Konsisten dan Sabar, maka Kesukesan sudah berada di setengah genggaman.. catet yaa… 😉

Untuk sekarang, saya sedang fokus membangun 10 web baru dengan konsep Small PBN. Dan 10 web ini saya pecah menjadi 2 bagian, 3 web saya jadikan olshop dan 7 blog saya jadikan PBN untuk mendukung olshop-olshop saya dengan konten yang unik dan berkualitas, jadi saya bisa menjadikannya multi fungsi, yaitu sebagai web pendukung dan sebagai web adsense (untuk penghasilan sampingan).

Hits: 41

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *